Penghuni neraka Hutamah?

“Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela,yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya,manusia mengira hartanya itu akan mengekalkannya.Sekali-kali tidak.Pasti dia akan dilemparkan ke dalam neraka hutamah.” [Al Humazah 1-4]

Firman Allah di dalam Al-Quran amat jelas ,bahwa penghuni neraka Hutamah adalah :
1. Orang yang suka mengumpat
2. Orang yang suka mencela
3. orang yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya dan menganggap hartanya menjamin hidupnya

mereka itulah yang oleh Allah dikatakan ‘Pasti sebagai penghuni neraka hutamah’

Sungguh kita wajib berlindung pada Allah dari ketiga kelompok orang di atas kerana sesungguhnya kita amat lemah terhadap sifat-sifat itu, sekali tergelincir sebagai pengumpat dan pencela. Namun ketika kita telah tahu firman Allah maka kita seharusnya menjaga diri dari hal-hal yang demikian supaya kita selamat dunia dan akherat.

Seperti apa sebenarnya Neraka Hutamah?

“Api [azab] Allah yang dinyalakan,yang membakar sampai ke hati,sungguh,api itu ditutup rapat di atas diri mereka,sedang mereka diikat pada tiang yang panjang.” [Al Humazah 6-8]

Ayat Api [azab] Allah yang dinyalakan

Azab itu bukan hanya diberikan kelak di neraka akan tetapi sejak di dunia bagi orang yang termasuk golongan penghuni hutamah telah mendapat azab sejak di dunia. Lihatlah orang yang kikir,merasa hartanya dapat menjamin hidupnya,berat memberi sebahagian hartanya untuk fakir miskin.Allah telah tampakkan azab dunia sebagai mana firmanNya,hidupnya tidak tenteram,selalu takut akan berkurang hartanya,kemana-mana berselisih tentang harta,banyak menzalimi orang sehingga hatinya terasa terbakar.Bahkan Allah menutup rapat api itu atas diri mereka,maksudnya hidupnya penuh dengan masalah,sulit sekali hatinya tenang,sehingga apa-apa yang dilakukan malah mengiring mereka pada azab Allah.

Banyak contoh kita lihat orang yang kaya kerana pentingkan dunia. Di awal,memang hartanya melimpah-limpah,serba lengkap, di depan orang awam nampak sebagai orang yang berjaya. Namun beberapa waktu kemudian hartanya justeru membawanya pada jeriji besi,keluarganya berantakan,hidupnya yang mewah berganti susah.Bagaimana hal ini tidak membuat hatinya sedih,marah,dsb? inilah yang dikatakan Allah membakar sampai ke dalam hatinya.

“Wahai orang-orang yang beriman,peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu,penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras…” [At-Tahrim 6]


Baca Lagi
Category: 0 comments
Reactions: 
Links to this post

Share

Twitter Facebook